SLintas Sekayu
Kuliner Khas Sekayu: Mpasi, Kemplang, dan Tempoyak

Dari Mpasi hingga Tempoyak: Menyusur Jejak Rasa Tradisional Sekayu di Pasar Lokal

Menjelajahi kekayaan kuliner tradisional Sekayu, dari Mpasi, Kemplang, hingga Tempoyak, yang masih bertahan di pasar lokal.

Dari Mpasi hingga Tempoyak: Menyusur Jejak Rasa Tradisional Sekayu di Pasar Lokal

Poin Penting

  • Sekayu adalah ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
  • Tempoyak (durian fermentasi) menjadi salah satu bumbu khas yang dikenal luas di masyarakat Sekayu
  • Kemplang, kerupuk ikan khas Sumatera Selatan, mudah ditemukan di pasar-pasar Sekayu
  • Pasar lokal Sekayu menjadi tempat pertemuan pedagang tradisional dan pembeli dari berbagai desa
  • Masyarakat Sekayu sebagian besar menggantungkan hidup dari perkebunan, pertanian, dan perikanan

Pagi di Pasar Sekayu: Bertemu Mpasi dan Tradisi Keluarga

Pukul enam pagi, Pasar Sekayu sudah dipenuhi suara pedagang yang menata dagangan. Di salah satu sudut, seorang ibu meletakkan sepiring Mpasi—makanan pendamping yang sudah tidak asing di meja makan keluarga Sekayu. Mpasi hadir sebagai bagian dari pola masyarakat yang menjaga kebiasaan makan nenek moyang. Aromanya yang khas langsung tercium begitu kita melangkah masuk ke area pasar. Di sinilah tradisi bertahan, bukan di etalase mewah, tetapi di atas daun pisang yang dibungkus sederhana oleh tangan-tangan perempuan yang sudah bertahun-tahun berjualan. Pembeli datang bukan hanya membeli, tetapi juga bertukar cerita. Seorang bapak mengatakan bahwa Mpasi selalu ada dalam acara keluarga, dari kenduri hingga jamuan sederhana. Di pasar ini, makanan bukan sekadar komoditas, melainkan penghubung antargenerasi.

Kemplang: Renyahnya Ikan yang Menyapa

Tidak jauh dari penjual Mpasi, tumpukan Kemplang warna cokelat muda tersusun rakus di atas tampah. Kemplang, kerupuk ikan khas Sumatera Selatan, menjadi salah satu oleh-oleh yang paling dicari pengunjung pasar Sekayu. Teksturnya yang renyah dan rasa gurih ikan membuat camilan ini sulit ditolak. Penjual Kemplang di Pasar Sekayu biasanya memproduksi sendiri atau mendapat pasokan dari pengrajin di sekitar daerah. Proses pembuatannya masih sederhana: adonan ikan dan tapioka dipotong, dikeringkan, lalu digoreng atau dibakar. Di Sekayu, Kemplang biasa dinikmati dengan sambal pecel atau sekadar sebagai teman minum teh sore. Harganya relatif terjangkau, sehingga camilan ini merakyat—dari anak-anak hingga orang tua sama-sama menggemarinya.

Tempoyak: Rasa Berani yang Melegenda

Berbicara tentang kuliner Sekayu tidak lengkap tanpa menyebut Tempoyak. Durian yang difermentasi ini menjadi bumbu andalan dalam masakan rumahan maupun hidangan di warung-warung makan sekitar Sekayu. Aromanya yang tajam seringkali membuat orang luar daerah ragu, tetapi bagi masyarakat sekitar, Tempoyak adalah kemewahan sederhana. Di pasar lokal, Tempoyak dijual dalam wadah plastik atau botol bekas, harganya bervariasi tergantung kualitas dan musim durian. Ikan patin atau ikan baung yang dimasak dengan Tempoyak menjadi hidangan favorit yang bisa ditemukan di rumah makan di Sekayu. Proses fermentasi Tempoyak biasanya dilakukan di rumah tangga, membuktikan bahwa tradisi ini masih hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sering Ditanyakan

Apa itu Mpasi?

Mpasi merupakan makanan tradisional khas Sekayu yang biasa hadir dalam acara keluarga dan jamuan sehari-hari.

Di mana bisa mendapatkan Kemplang di Sekayu?

Kemplang bisa ditemukan di pasar tradisional Sekayu, toko oleh-oleh, dan dari pengrajin lokal di sekitar daerah tersebut.

Bagaimana cara masyarakat Sekayu mengolah Tempoyak?

Tempoyak dibuat dari durian yang difermentasi dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan, seperti ikan patin dan ikan baung.

Apa yang membuat kuliner khas Sekayu menarik?

Kekuatan kuliner Sekayu terletak pada bahan-bahan lokal, proses tradisional, dan nilai sosial yang terjalin di sekitar makanan tersebut, terutama di pasar tradisional.